Perguruan tinggi kurikulum pembelajaran sangat penting untuk meningkatkan kompetensi dan pengetahuan bagi dosen. Untuk itu Dwijendra University melaksanakan kegiatan akademik bertema “Implementasi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 terhadap Kurikulum KPT 2024 Berbasis Outcome-Based Education Berorientasi Sustainable Development Goals pada hari Rabu, 22 Juli 2026. Bertempat di ruang Kuliah Magister Hukum dengan menghadirkan Dr. Ir. Mais Ilsan, M.P. dari UMI Makasar sebagai narasumber. Acara seminar ini dihadiri oleh para Dekan, Kaprodi dan SPMI masing-masing prodi. Dalam sambutannya Rektor Dwijendra University Prof. Dr. Gede Sedana, M.Sc, M.M.A dalam sambutannya mengatakan Implementasi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 sangat penting bagi dunia pendidikan diharapkan pendidikan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang unggul, inovatif, berdaya saing global, serta memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi menuju sistem pembelajaran yang berkualitas, adaptif, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dan kebutuhan pembangunan nasional. Gede Sedana juga mengatakan kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya bagi Dwijendra University dalam meningkatkan pemahaman sivitas akademika mengenai kebijakan terbaru dalam penyelenggaraan dan penjaminan mutu pendidikan tinggi yang mencakup standar nasional pendidikan tinggi, standar yang ditetapkan perguruan tinggi, sistem penjaminan mutu, akreditasi, serta pengelolaan pangkalan data pendidikan tinggi.
Narasumber Dr. Ir. Mais Ilsan, M.P. banyak membahas berbagai perubahan dan penyesuaian yang perlu dilakukan perguruan tinggi dalam mengimplementasikan regulasi tersebut ke dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi. Penyesuaian kurikulum perlu dilakukan secara terarah agar proses pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, dunia kerja, serta standar penjaminan mutu pendidikan tinggi. Mais Ilsan juga menegaskan pentingnya penerapan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dalam penyusunan dan pelaksanaan kurikulum. Pendekatan tersebut menempatkan capaian pembelajaran lulusan sebagai dasar dalam menentukan bahan kajian, metode pembelajaran, pengalaman belajar mahasiswa, sistem penilaian, serta evaluasi ketercapaian kompetensi katanya (Dewa Ayu Ari Febriyanti )







1 thought on “Implementasi Permendiktisaintek Berbasis OBE dan SDGs”
Sukses Dwijendra University