Denpasar – Dalam rangka memeriahkan rangkaian Dies Natalis PGSD FKIP Universitas Dwijendra selenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Telusur Jejak Kearifan Lokal dalam Mewujudkan Pembelajaran Inklusif dan Berkelanjutan (SDGs 4)”. Kegiatan ini menjadi wadah akademik untuk mempertemukan para mahasiswa dari berbagai perguruan Tinggi dalam mendiskusikan peran strategis kearifan lokal sebagai fondasi pengembangan pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berkelanjutan.
Webinar ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen PGSD FKIP Universitas Dwijendra dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4, yaitu menjamin pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan memberikan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua. Tema yang diangkat juga sejalan dengan visi Universitas Dwijendra yang menjunjung tinggi pelestarian budaya, nilai-nilai lokal, serta filosofi Tri Hita Karana sebagai landasan pembangunan pendidikan yang harmonis dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Dwijendra yang di wakili oleh wakil Rektor II menyampaikan bahwa kearifan lokal merupakan aset bangsa yang memiliki nilai edukatif tinggi dan relevan untuk menjawab tantangan pendidikan di era global. Menurutnya, pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal tidak hanya memperkuat identitas peserta didik, tetapi juga membangun karakter, kepedulian sosial, serta kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya, melainkan sumber inspirasi dalam membangun sistem pendidikan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan inovasi pembelajaran yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya bangsa,” ungkapnya.

Melalui webinar ini, menghadirkan sejumlah narasumber dari mahasiswa berbagai kampus mitra. Adapun narasumber yang hadir pada webinar nasional ini adalah I Putu Yoga Aviro D (Universitas Dwijendra), Andhini Putri Harisman ( STKIP Andi Matapa), Maria Theresia Repu ( STKIP Citra Bakti Ngada, Ardan Zaidani ( Universitas Pendidikan Indonesia) dan Aisyah Edrina Ali ( Universitas Negeri Padang ), yang masing-masing memberikan perspektif dan pengalaman berharga mengenai penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal sebagai fondasi dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. para narasumber membahas berbagai perspektif mengenai implementasi kearifan lokal dalam proses pembelajaran, strategi menciptakan lingkungan belajar yang inklusif bagi seluruh peserta didik, hingga praktik baik penerapan pendidikan berbasis budaya yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain memperkaya wawasan akademik, webinar ini juga menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat jejaring antara perguruan tinggi, sekolah, pemerintah, dan komunitas pendidikan dalam mengembangkan model pembelajaran yang kontekstual, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang beragam. Integrasi kearifan lokal dalam pendidikan dinilai mampu memperkuat implementasi pendidikan inklusif sekaligus mendukung pencapaian SDGs 4 melalui pembelajaran yang relevan dengan karakteristik budaya setempat.

Antusiasme terlihat dari jumlah partisipasi yang terlibat dalam webinar ini, yaitu 282 mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga berpartisipasi secara aktif selama sesi diskusi dan tanya jawab. Beragam pandangan, pengalaman, serta praktik baik yang dibagikan menjadi inspirasi dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif, berpusat pada peserta didik, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Dies Natalis Universitas Dwijendra yang mengusung semangat penguatan akademik, pelestarian budaya, serta kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pembangunan masyarakat. Melalui berbagai kegiatan ilmiah, budaya, dan pengabdian kepada masyarakat, Universitas Dwijendra terus mempertegas perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen menghasilkan lulusan unggul, berkarakter, dan berwawasan global tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
Di akhir kegiatan, panitia berharap hasil diskusi dalam webinar ini dapat menjadi inspirasi bagi para pendidik, mahasiswa, dan pemangku kepentingan pendidikan untuk terus mengembangkan praktik pembelajaran yang menghargai keberagaman, mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal, serta berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.






1 thought on “PGSD FKIP Universitas Dwijendra Dorong Implementasi SDGs 4 melalui Webinar Nasional “Telusur Jejak Kearifan Lokal””
Sangat kereeennnnnn!!!