Dwijendra University Membersamai Program Pengembangan Kakao di Jembrana

Salah satu komoditas pertanian unggulan di Kabupaten Jembrana yang perlu terus untuk dikembangkan adalah kakao. Kakao dan olahannya memiliki nilai ekonomis tinggi bagi para petani dan pelaku pasar dalam rantai pasok kakao tersebut. Demikian disampaikan oleh Gede Sedana selaku dosen pada Fakultas Pertanian dan Bisnis Dwijendra University pada acara pertemuan dengan para Pekaseh subak-abian se Kecamatan Mendoyo, Jembrana, pada hari Rabu, 30 September 2026 di Kantor BPP Mendoyo.

Kepala Dinas Perikanan, Perikanan dan Pangan Kabupaten Jembrana I Putu Eka Arta, ST., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kakao dijadikan sebagai maskot dan identitas daerah Kabupaten Jembrana, Bali, untuk memperkuat potensi pertanian lokal hingga ke kancah internasional.
Pengembangan kakao didukung Regulasi Pemkab Jembrana mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2020 tentang perlindungan dan pelestarian kakao. Tahun 2026 dan 2027, Jembrana mengembangkan peremajaan Kakao termasuk perluasan areal melalui penanaman bibit Kakao unggul. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian memberikan bantuan jutaan bibit yang akan didistribusikan kepada para petani, imbuh Putu Eka. Sementara itu, Katimper, Adhi Gunawan meminta agar bibit nanti ditanam dan dipelihara secara baik dengan teknologi budidaya yang benar guna mendapatkan produktivitas dan kualitas yang baik.

Sedana yang juga Rektor Dwijendra didampingi oleh WR1, Dr. Frysa WR2, Dr. Arya dan Dosen Magister Penyuluhan Pertanian, Dr. Wayan Suardika turut mendorong petani untuk meningkatkan kualitas biji kakao melalui fermentasi guna mampu memenuhi permintaan pasar atau industri sesuai dengan SNI. Harapannya adalah petani akan memperoleh nilai tambah produk atau harga biji kakao semakin meningkat dan sekaligus memperbesar penghasilan dan pendapatan petani dari usahatani Kakao.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »