DENPASAR – Universitas Dwijendra menerima kunjungan visitasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali dalam rangka persiapan mewujudkan Universitas Dwijendra sebagai Kampus Siaga Bencana. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan pemahaman, serta membangun budaya sadar bencana di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan visitasi diawali dengan sambutan Ketua Tim Kampus Siaga Bencana Universitas Dwijendra, Dr. Agus Surya Manika, S.I.Kom., M.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya membangun kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh sivitas akademika terhadap potensi bencana. Universitas sebagai institusi pendidikan tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga perlu menciptakan lingkungan kampus yang aman, tangguh, dan memiliki kemampuan dalam menghadapi situasi darurat bencana.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan arahan dari Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Bali, Bapak Ida Bagus Gede Widnyana Putra, S.Kom., M.T. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya penerapan prinsip-prinsip pengurangan risiko bencana di lingkungan perguruan tinggi. Kesiapsiagaan bencana perlu didukung oleh pemahaman terhadap potensi ancaman, ketersediaan sarana dan prasarana keselamatan, sistem komunikasi dan informasi kebencanaan, serta kemampuan sumber daya manusia dalam melakukan tindakan penyelamatan ketika terjadi bencana.
Melalui kegiatan visitasi ini, BPBD Provinsi Bali melakukan peninjauan dan memberikan arahan serta masukan terkait berbagai aspek yang perlu dipersiapkan Universitas Dwijendra untuk mewujudkan program Kampus Siaga Bencana. Persiapan tersebut mencakup penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan fasilitas pendukung keselamatan, serta penyusunan langkah-langkah mitigasi dan prosedur tanggap darurat bencana.
Universitas Dwijendra menyambut baik pelaksanaan visitasi ini sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi dengan BPBD Provinsi Bali dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap bencana. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pemenuhan persyaratan administratif, tetapi juga diwujudkan melalui program dan tindakan nyata yang melibatkan seluruh unsur sivitas akademika.
Dengan adanya kegiatan visitasi ini, Universitas Dwijendra semakin memantapkan komitmennya untuk menjadi Kampus Siaga Bencana, yaitu kampus yang memiliki kesiapan, kepedulian, dan kemampuan dalam mengantisipasi serta menghadapi potensi bencana. Ke depan, upaya ini diharapkan dapat membentuk budaya sadar bencana sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengurangan risiko bencana di lingkungan pendidikan dan masyarakat luas.








