Peringati Hari Kartini, DWP BPS se-Bali Gandeng Fakultas Teknik Universitas Dwijendra Edukasi Pengolahan Sampah Organik Menjadi Eco Enzyme

Denpasar – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Pusat Statistik (BPS) se-Bali menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk “Pengolahan Sampah Organik Menjadi Eco Enzyme” pada Jumat, 24 April 2026, bertempat di Kantor BPS Provinsi Bali. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah organik sekaligus mendorong peran perempuan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, yang dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif DWP BPS se-Bali dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memperingati Hari Kartini, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Menurutnya, pengelolaan sampah organik merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap rumah tangga untuk mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dharma Wanita Persatuan BPS Provinsi Bali yang diketuai oleh Dr. Ir. Frysa Wiriantari, S.T., M.T. dengan Fakultas Teknik Universitas Dwijendra yang diwakili oleh Dekan, Dr. Ar. Desak Made Sukma Widiyani, S.T., M.T., IAI. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara institusi pemerintah dan perguruan tinggi dalam pelaksanaan program edukasi, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan.

Setelah penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sosialisasi dan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme yang dipandu oleh Ir. I Ketut Adhimastra, M.Erg. bersama tim dosen Fakultas Teknik Universitas Dwijendra yang berkolaborasi dengan Komunitas Enzyme Bali. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayuran yang memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami, pupuk organik cair, hingga membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah organik.

Tidak hanya menerima materi, para peserta yang terdiri atas anggota DWP BPS se-Bali dan staf perempuan BPS Provinsi Bali juga mengikuti praktik langsung pembuatan eco enzyme. Dengan menggunakan sampah organik yang dipadukan dengan gula merah dan air sesuai komposisi yang tepat, peserta diajak memahami setiap tahapan proses fermentasi serta cara pemanfaatan eco enzyme dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Peserta aktif berdiskusi mengenai teknik pengolahan sampah rumah tangga, proses fermentasi, hingga manfaat eco enzyme dalam mendukung pola hidup ramah lingkungan. Melalui praktik langsung, diharapkan peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan keluarga maupun mengajak masyarakat sekitar untuk mengolah sampah organik secara mandiri.

Ketua DWP BPS Provinsi Bali, Dr. Ir. Frysa Wiriantari, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam mendorong perempuan menjadi agen perubahan, khususnya dalam pengelolaan lingkungan berbasis rumah tangga. Semangat Hari Kartini diharapkan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Universitas Dwijendra, Dr. Ar. Desak Made Sukma Widiyani, S.T., M.T., IAI., menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Fakultas Teknik berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan edukasi yang aplikatif guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.

Melalui kolaborasi ini, DWP BPS Provinsi Bali dan Fakultas Teknik Universitas Dwijendra berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa sampah organik bukan lagi limbah yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan komunitas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui gerakan peduli lingkungan dari tingkat rumah tangga.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *