Memuliakan Alam dan Merawat Jati Diri Bangsa, Gelar Budaya Warnai Dies Natalis ke-44 Dwijendra University

Denpasar – Dwijendra University melaksanakan Gelar Budaya sebagai rangkaian peringatan Dies Natalis ke-44 pada Rabu, 24 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus Dwijendra University ini berjalan tertib, meriah, dan penuh antusiasme dari seluruh sivitas akademika.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Dwijendra. Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Penyambutan Sekar Jagat yang menyambut para tamu undangan dan peserta yang hadir.
Ketua Panitia, Dr. I Wayan Aryawan, S.Si., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa Gelar Budaya tahun ini mengusung tema “Memuliakan Alam” yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana, yaitu konsep keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga merepresentasikan aspek pawongan, yakni terjalinnya interaksi dan kebersamaan antar sivitas akademika.
Lebih lanjut, Dr. Aryawan menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan Gelar Budaya adalah sebagai upaya pelestarian seni dan budaya Indonesia melalui partisipasi mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara. Keberagaman budaya yang ditampilkan menjadi cerminan semangat persatuan dalam bingkai semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan dosen dan mahasiswa yang berkolaborasi dalam menampilkan kekayaan budaya daerah masing-masing.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Yayasan Dwijendra, Dr. I Nyoman Satia Negara, S.H., M.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Beliau menegaskan bahwa di Bali, khususnya di lingkungan Yayasan Dwijendra, nilai-nilai Tri Hita Karana telah menjadi bagian penting dalam kehidupan. Keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan (parahyangan), manusia dengan sesama (pawongan), dan manusia dengan alam (palemahan) harus terus dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kelolalah alam agar tidak tercederai. Melalui tema ini, kami berharap seluruh sivitas akademika dapat terus merenungkan dan mengingat betapa pentingnya memuliakan alam demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan pentingnya pelestarian seni dan budaya sebagai warisan bangsa. Ia mengaku bangga terhadap sivitas akademika Dwijendra University yang mampu menyelenggarakan kegiatan budaya secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga identitas dan kekayaan budaya Indonesia. Pada kesempatan tersebut, beliau turut mengucapkan selamat Dies Natalis ke-44 kepada Dwijendra University.

Selanjutnya, Rektor Dwijendra University, Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.M.A., menyampaikan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan Gelar Budaya. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Yayasan Dwijendra merupakan salah satu pelopor dalam pengembangan dan implementasi nilai-nilai Tri Hita Karana yang kini telah dikenal hingga tingkat internasional sebagai kearifan lokal Bali.
Menurutnya, segala sesuatu yang ada di alam semesta memiliki nilai yang harus dihormati dan dimuliakan. Ia meyakini bahwa setiap budaya di Indonesia memiliki nilai-nilai luhur yang mengajarkan pentingnya menjaga dan memuliakan alam.
“Tugas kita bersama adalah menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Visi Dwijendra University secara tegas mendukung pelestarian budaya dan kearifan lokal melalui berbagai kegiatan positif, karena pada hakikatnya manusia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari alam,” ungkapnya.
Beliau juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menjaga, merawat, dan memuliakan alam sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Selain itu, Rektor menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Dwijendra, seluruh unit kerja, panitia, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang telah mendukung serta menyukseskan rangkaian Dies Natalis ke-44 Dwijendra University.
Kepada para peserta Gelar Budaya, beliau berpesan agar menampilkan kreativitas dan kemampuan terbaik dalam setiap pertunjukan. “Selamat berlomba dan berekspresi melalui Gelar Budaya ini,” pesannya.

Sebagai tanda resmi dibukanya kegiatan, dilakukan pemukulan reong oleh pimpinan universitas bersama para tamu undangan yang hadir.
Dalam pelaksanaannya, Gelar Budaya menghadirkan dewan juri yang terdiri atas Dr. Ir. Putu Gde Ery Suardana, M.Erg., I Nengah Sudiarta, M.Si., dan Ida Ayu Anggreni Puji, S.Ag. Kehadiran para juri diharapkan mampu memberikan penilaian yang objektif terhadap setiap penampilan peserta.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Yayasan Dwijendra, Ketua dan anggota Pengawas Yayasan Dwijendra, Direktur Dwijendra College, para pimpinan unit di lingkungan Yayasan Dwijendra, serta seluruh sivitas akademika Dwijendra University.
Berbagai penampilan seni dan budaya ditampilkan secara bergantian dengan konsep yang beragam, mencerminkan kekayaan budaya Nusantara sekaligus kreativitas mahasiswa Dwijendra University. Setiap penampilan mendapat apresiasi meriah dari para penonton yang memenuhi area kegiatan.
Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, Gelar Budaya Dies Natalis ke-44 kali ini menghadirkan inovasi berupa Piala Bergilir Rektor Cup yang akan diperebutkan oleh para peserta. Piala bergilir tersebut diharapkan menjadi simbol prestasi, kebanggaan, dan semangat kompetisi positif yang akan terus diwariskan dari satu generasi mahasiswa kepada generasi berikutnya.
Sebagai puncak rangkaian Dies Natalis ke-44, Gelar Budaya tidak hanya menjadi ajang hiburan dan apresiasi seni, tetapi juga sarana memperkuat karakter, kreativitas, kebersamaan, serta kepedulian terhadap pelestarian budaya dan lingkungan. Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi ini kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang seimbang antara pengembangan akademik, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *