Hutan Bambu Sandan dikenal sebagai salah satu kawasan hutan bambu dengan jenis bambu terbanyak di dunia yang hingga kini tetap terjaga kelestariannya. Kawasan ini memiliki luas kurang lebih 100 hektar dan dikelola secara komunal oleh 240 Kepala Keluarga (KK) dalam satu banjar, dengan sistem pengelolaan berbasis kearifan lokal masyarakat setempat.
Keberadaan Hutan Bambu Sandan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. Salah satu manfaat utamanya adalah ketersediaan sumber air. Sebelum kawasan ini terjaga dengan baik, masyarakat mengalami kesulitan air akibat kondisi lingkungan yang relatif gersang. Namun setelah hutan bambu tumbuh dan terpelihara, fungsi ekologisnya sebagai penyimpan air alami semakin dirasakan. Selain itu, kawasan ini juga berperan penting dalam penghijauan lingkungan dan menjaga keseimbangan alam.
Dalam pengelolaannya, masyarakat memiliki kesepakatan adat yang kuat. Setiap pengambilan bambu tidak diperbolehkan tanpa izin, dan pelanggaran terhadap aturan tersebut akan dikenakan sanksi sosial. Meski demikian, bambu yang patah atau rusak secara alami diperbolehkan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga prinsip keberlanjutan dan kebersamaan tetap terjaga.
Hutan Bambu Sandan juga dipandang memiliki potensi besar sebagai wadah edukasi lingkungan, baik bagi masyarakat lokal maupun kalangan akademisi. Jika dikelola dan dikembangkan secara lebih optimal, kawasan ini diyakini dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya dari sisi ekologi dan sosial, tetapi juga nilai ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Dwijendra, Wakil Rektor I, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Dwijendra. Kehadiran civitas akademika Universitas Dwijendra menunjukkan dukungan terhadap pelestarian hutan berbasis kearifan lokal sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam bidang penelitian, pengabdian masyarakat, dan pengembangan edukasi lingkungan.
Melalui sinergi antara masyarakat dan perguruan tinggi, Hutan Bambu Sandan diharapkan dapat terus lestari dan menjadi contoh pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, berkeadilan, dan memberi manfaat nyata bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.










1 thought on “Hutan Bambu Sandan, Penyangga Air dan Edukasi Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal”
Bahan bangunan ramah lingkungan