Denpasar, 7 Oktober 2026 — Universitas Dwijendra kembali menorehkan prestasi melalui penghargaan sebagai Kampus Siaga Bencana dalam rangkaian acara Peringatan Bulan Risiko Bencana 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Bali dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen dan partisipasi Universitas Dwijendra dalam membangun budaya kesiapsiagaan serta pengurangan risiko bencana di lingkungan perguruan tinggi. Sebelumnya, Universitas Dwijendra juga telah dipercaya menjadi salah satu kampus percontohan (pilot campus) dalam pengembangan Program Kampus Siaga Bencana di Provinsi Bali.
Penguatan peran perguruan tinggi dalam pengurangan risiko bencana merupakan bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana. Melalui Program Kampus Siaga Bencana, perguruan tinggi didorong tidak hanya memiliki kesiapsiagaan internal, tetapi juga mampu menjadi pusat edukasi, inovasi, dan penggerak aksi pengurangan risiko bencana di tengah masyarakat.
Bagi Universitas Dwijendra, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana di lingkungan kampus. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, penyusunan kajian dan rencana aksi, serta peningkatan kesadaran sivitas akademika terhadap potensi dan risiko bencana.
Sebelumnya, Universitas Dwijendra telah mengikuti proses pendampingan Program Kampus Siaga Bencana yang melibatkan FPRB Provinsi Bali, BPBD Provinsi Bali, LLDIKTI Wilayah VIII, dan mitra terkait. Pendampingan tersebut diarahkan untuk memperkuat kesiapan perguruan tinggi dalam aspek mitigasi, kesiapsiagaan, respons, hingga pemulihan bencana secara berkelanjutan.
Selain prosesi penyerahan penghargaan, rangkaian Peringatan Bulan Risiko Bencana 2026 juga diisi dengan sarasehan tentang pengurangan risiko bencana. Forum tersebut menjadi ruang bertukar pengetahuan, pengalaman, serta gagasan mengenai pentingnya membangun ketangguhan bencana melalui kolaborasi berbagai pihak, khususnya dunia pendidikan tinggi.
Salah satu narasumber dalam sarasehan tersebut adalah Kepala LLDIKTI Wilayah VIII (Bali dan Nusa Tenggara Barat), Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU., ASEAN.Eng. Kehadiran pimpinan LLDIKTI Wilayah VIII dalam forum tersebut semakin menegaskan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam agenda pengurangan risiko bencana.



Keterlibatan perguruan tinggi dalam isu kebencanaan juga sejalan dengan penguatan Program Kampus Siaga Bencana di Bali. BPBD Provinsi Bali, LLDIKTI Wilayah VIII, dan FPRB Provinsi Bali sebelumnya telah berkolaborasi dalam berbagai kegiatan untuk mendorong perguruan tinggi memiliki profil risiko bencana, rencana aksi mitigasi, sistem koordinasi tanggap darurat, serta jejaring kerja sama dalam membangun ketangguhan bencana.
Melalui penghargaan sebagai Kampus Siaga Bencana, Universitas Dwijendra menegaskan komitmennya untuk menjadikan kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana sebagai bagian dari budaya akademik. Kampus diharapkan tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga menjadi lingkungan yang aman, tangguh, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Penghargaan ini sekaligus menjadi momentum bagi seluruh sivitas akademika Universitas Dwijendra untuk terus memperkuat semangat siap untuk selamat, membangun kesadaran bersama, serta mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tangguh terhadap bencana.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, Universitas Dwijendra berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan kampus yang tangguh, masyarakat yang tangguh, dan Bali yang semakin siap menghadapi risiko bencana.







