Rektor Dwijendra University, Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc. MMA. menerima kunjungan tamu akademik dari Nagoya University (Jepang), Prof. Kazuhiro Harada, dan Universitas Gadjah Mada, Dr. Ir. Wiyono, S.Hut., M.Si.,IPU. pada hari Senin, 3 Agustus 2026 di ruang kerjanya. Harada adalah akademisi dan periset yang telah banyak memimpin penelitian tentang tata kelola hutan dan lingkungan di Sekolah Pascasarjana Ilmu Biopertanian di Universitas Nagoya, Jepang. Karyanya berfokus pada kehutanan berbasis komunitas, pengelolaan taman nasional, dan pengetahuan sumber daya lokal di seluruh Asia.
Sementara itu, Wiyono, dosen dari Universitas Gadjah Mada. Wiyono adalah seorang dosen dan pakar manajemen hutan di Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan dan aktif meneliti bidang perhutanan sosial. Pertemuan yang dilakukan di Dwijendra adalah membahas rencana penyusunan proposal riset berkenaan dengan pengelolaan hutan adat di Bali. Beberapa gambaran hutan-hutan adat di Bali telah disampaikan oleh Gede Sedana kepada Harada dan Wiyono untuk selanjutnya ditentukan hutan adat mana yang akan dipilih sebagai lokasi. Selain itu, diinformasikan juga komponen-komponen yang terkandung dalam sistem adat di Bali yang sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai lokal, sosial dan nilai-nilai agama. Ke depan, riset tentang pengelolaan hutan adat di Bali dapat dilakukan secara kolaboratif dan memberikan manfaat untuk kelestarian hutan dan memberikan manfaat bagi warga masyarakat sembari menjaga budaya Bali.
Dalam diskusi tersebut, ketiga akademisi juga membahas pentingnya pendekatan multidisiplin dalam mengkaji tata kelola hutan adat. Pengelolaan hutan tidak hanya dipandang dari aspek ekologi, tetapi juga perlu memperhatikan dimensi sosial, ekonomi, hukum adat, serta nilai-nilai budaya yang hidup dan berkembang di masyarakat Bali. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan model pengelolaan hutan yang berkelanjutan, adaptif terhadap tantangan perubahan lingkungan, serta tetap menghormati hak-hak masyarakat adat sebagai pengelola utama kawasan hutan.
Rektor Dwijendra University, Prof. Gede Sedana, menyampaikan bahwa kerja sama riset internasional merupakan bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat budaya akademik sekaligus memperluas jejaring penelitian dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka di dunia. Melalui kolaborasi ini, Dwijendra University berupaya menghadirkan penelitian yang tidak hanya memiliki kontribusi ilmiah, tetapi juga mampu memberikan rekomendasi kebijakan dan solusi nyata bagi pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat. Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan perhutanan sosial, pelestarian hutan adat, serta penguatan kelembagaan desa adat di Bali.
Prof. Kazuhiro Harada menyambut baik peluang kerja sama tersebut dan menilai Bali memiliki karakteristik yang sangat unik dalam pengelolaan sumber daya alam karena memadukan aspek lingkungan, kelembagaan adat, dan nilai-nilai spiritual dalam satu sistem yang harmonis. Menurutnya, pengalaman masyarakat Bali dalam menjaga kelestarian hutan adat menjadi contoh yang menarik untuk dikaji dan dipublikasikan dalam forum akademik internasional. Senada dengan itu, Dr. Ir. Wiyono menyampaikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi nasional dan internasional akan semakin memperkaya perspektif penelitian sekaligus memperkuat kontribusi ilmu pengetahuan dalam mendukung pembangunan kehutanan yang berkelanjutan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif, ditandai dengan pertukaran gagasan mengenai arah penelitian, potensi pendanaan, serta peluang pengembangan kolaborasi akademik pada masa mendatang. Diharapkan, inisiasi kerja sama ini menjadi langkah awal lahirnya penelitian-penelitian strategis yang tidak hanya memperkuat reputasi akademik Dwijendra University di tingkat internasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pelestarian hutan adat, pemberdayaan masyarakat lokal, dan keberlanjutan lingkungan hidup di Bali.





