Denpasar, 5 Agustus 2026 – Universitas Dwijendra terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana melalui keikutsertaan dalam Rapat Awal Pendampingan Program Kampus Siaga Bencana yang diselenggarakan oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Bali bekerja sama dengan BPBD Provinsi Bali, bertempat di Ruang Rapat Tangguh BPBD Provinsi Bali. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan implementasi Program Kampus Siaga Bencana di Provinsi Bali dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi yang menjadi kampus percontohan.
Universitas Dwijendra diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Ir. Frysa Wiriantari, S.T., M.T., bersama Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Universitas Dwijendra beserta anggota tim. Kehadiran delegasi Universitas Dwijendra menjadi wujud nyata komitmen institusi dalam mendukung penguatan kapasitas perguruan tinggi yang tangguh terhadap risiko bencana. Dalam kesempatan tersebut, Universitas Dwijendra juga mendapat kepercayaan sebagai salah satu kampus percontohan (pilot campus) dalam pengembangan Program Kampus Siaga Bencana di Bali. Status tersebut menjadi motivasi bagi universitas untuk terus meningkatkan kesiapan kelembagaan, sumber daya manusia, serta budaya mitigasi bencana di lingkungan kampus.
Rapat diawali dengan pemaparan mengenai konsep Kampus Siaga Bencana oleh tim pendamping yang melibatkan LLDIKTI Wilayah VIII, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Bali, Program SiapSiaga, dan BPBD Provinsi Bali. Selanjutnya dilakukan proses identifikasi terhadap berbagai indikator kesiapsiagaan yang telah dimiliki oleh masing-masing perguruan tinggi, sekaligus penyusunan rencana tindak lanjut terhadap aspek-aspek yang masih perlu dipenuhi. Pendampingan ini diarahkan untuk menghasilkan dokumen Rencana Aksi Kampus Siaga Bencana yang menjadi pedoman dalam membangun sistem mitigasi, kesiapsiagaan, respons, dan pemulihan bencana secara berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam sesi diskusi, turut dibahas berbagai program strategis yang akan menjadi bagian dari implementasi Kampus Siaga Bencana di Universitas Dwijendra. Beberapa di antaranya meliputi penguatan program ketahanan pangan sebagai salah satu aspek penting dalam kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, pelaksanaan Gerakan Penanaman Sejuta Pohon sebagai bentuk mitigasi berbasis lingkungan, serta pengembangan kegiatan edukasi kebencanaan yang melibatkan sivitas akademika dan masyarakat. Selain itu, dirancang pula simulasi kebencanaan dan penyusunan rencana aksi yang akan diintegrasikan dengan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tematik Universitas Dwijendra di Desa Sibangkaja dan Desa Sibanggede. Integrasi tersebut diharapkan mampu memperluas dampak program kesiapsiagaan bencana hingga ke tingkat desa melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, pemerintah desa, dan masyarakat.
Pada sesi penutup, Ketua Satgas Siaga Bencana Universitas Dwijendra mempresentasikan berbagai capaian yang telah dimiliki universitas sekaligus memaparkan rencana tindak lanjut dalam mempersiapkan Universitas Dwijendra menuju Kampus Siaga Bencana. Presentasi tersebut mencakup penguatan organisasi satgas kebencanaan, penyusunan dokumen kebijakan dan standar operasional prosedur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan simulasi, serta pengembangan jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga terkait penanggulangan bencana. Berbagai masukan dari tim pendamping menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan rencana aksi yang akan diimplementasikan secara bertahap.

Melalui keikutsertaan dalam program ini, Universitas Dwijendra semakin menegaskan komitmennya dalam membangun kampus yang aman, tangguh, dan adaptif terhadap berbagai potensi bencana. Sinergi antara sivitas akademika, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan budaya kesiapsiagaan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang responsif terhadap isu-isu kebencanaan serta pembangunan





