Badung – Universitas Dwijendra turut berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penataan Pura Taman Beji Desa Sibangkaja sebagai bagian dari upaya mendukung pelestarian kawasan suci berbasis kearifan lokal dan partisipasi masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan di Desa Sibangkaja dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah desa, desa adat, tokoh masyarakat, serta sivitas akademika. FGD menjadi wadah untuk menghimpun berbagai pandangan, aspirasi, dan masukan konstruktif dalam menyusun konsep penataan Pura Taman Beji yang tidak hanya memperhatikan aspek fisik, tetapi juga mempertahankan nilai-nilai adat, budaya, dan spiritual yang telah diwariskan secara turun-temurun. Melalui pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat dihasilkan perencanaan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya Bali.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Saba Desa Adat Sibangkaja, Perbekel Desa Sibangkaja, Sekretaris BPD Desa Sibangkaja, Bhabinkamtibmas, para Kelian Dinas di lingkungan Desa Sibangkaja, serta tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pengembangan kawasan Pura Taman Beji. Selama proses diskusi, para peserta menyampaikan berbagai masukan terkait konsep penataan kawasan, mulai dari aspek pelestarian nilai kesucian pura, penataan lingkungan sekitar, hingga pengembangan kawasan yang tetap selaras dengan filosofi Tri Hita Karana. Beragam saran dan pandangan yang disampaikan dalam forum tersebut menjadi bahan pertimbangan penting untuk penyempurnaan konsep penataan agar dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat, tetap menghormati nilai-nilai adat, serta mendukung keberlanjutan lingkungan.
Perencanaan desain penataan kawasan Pura Taman Beji disusun oleh mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Dwijendra yang mengikuti kegiatan PKM Tematik Tahun 2026, dengan pendampingan dan pembinaan dari tim dosen sebagai pembimbing. Keterlibatan mahasiswa dalam penyusunan desain ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), di mana mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengaplikasikan kompetensi akademik dalam menjawab kebutuhan nyata di masyarakat. Melalui proses pendampingan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan teknis dalam bidang perencanaan dan desain, tetapi juga belajar memahami pentingnya kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah desa, dan desa adat dalam menghasilkan rancangan yang sesuai dengan karakteristik lokal.
FGD ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tematik Universitas Dwijendra Tahun 2026 sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Seluruh masukan yang diperoleh dalam forum diskusi akan menjadi dasar penyempurnaan desain sebelum memasuki tahapan berikutnya. Melalui program PKM Tematik ini, Universitas Dwijendra terus mendorong sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, desa adat, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi yang berbasis ilmu pengetahuan serta kebutuhan lokal. Diharapkan, hasil penataan Pura Taman Beji nantinya tidak hanya menjaga kelestarian kawasan suci sebagai warisan budaya Bali, tetapi juga menjadi contoh kolaborasi yang harmonis antara dunia akademik dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.






