Denpasar – Fakultas Teknik Universitas Dwijendra menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Sosialisasi Jabatan Kerja Konstruksi dan Sertifikat Kompetensi Kerja” pada Selasa, 21 April 2026, bertempat di Aula Udyana Shanti, Yayasan Dwijendra, Denpasar. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai standar kompetensi tenaga kerja di sektor jasa konstruksi.
Kuliah umum menghadirkan narasumber dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali, Anak Agung Gede Kharisma Krisna, S.T., M.T., selaku Fungsional Pembina Jasa Konstruksi Ahli Muda. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan pentingnya pemahaman terhadap jabatan kerja konstruksi serta kepemilikan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) sebagai bukti kompetensi profesional yang menjadi salah satu persyaratan penting dalam dunia kerja konstruksi saat ini.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan sistem klasifikasi jabatan kerja konstruksi, jenjang kompetensi, mekanisme sertifikasi tenaga kerja, hingga peran sertifikasi dalam meningkatkan daya saing lulusan di industri konstruksi. Selain itu, peserta juga memperoleh informasi mengenai regulasi terbaru yang mengatur penyelenggaraan jasa konstruksi serta peluang pengembangan karier bagi tenaga profesional di bidang teknik.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Dr. Ir. Frysa Wiriantari, S.T., M.T., Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ar. Desak Made Sukma Widiyani, S.T., M.T., IAI, serta Ketua Program Studi Arsitektur, A.A. Ayu Sri Ratih Yulianasari, S.T., M.Ars. Kehadiran pimpinan universitas menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik Universitas Dwijendra menyampaikan bahwa perkembangan industri konstruksi menuntut lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi yang diakui melalui sertifikasi profesi. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dipersiapkan sejak dini agar mampu memenuhi standar kompetensi yang berlaku di tingkat nasional.
Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Dwijendra mengapresiasi terselenggaranya kuliah umum ini sebagai bagian dari penguatan sinergi antara perguruan tinggi dengan pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi, khususnya pada bidang teknik dan jasa konstruksi.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab yang mendapat antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait prosedur memperoleh Sertifikat Kompetensi Kerja, jenjang sertifikasi, hingga peluang sertifikasi bagi mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja.
Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Fakultas Teknik Universitas Dwijendra berharap mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih komprehensif mengenai pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai bekal memasuki dunia profesional. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Fakultas Teknik dalam menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan memiliki daya saing tinggi sesuai dengan kebutuhan industri konstruksi di era modern.






