Dari Kampus Untuk Desa : Universitas Dwijendra Dukung Program Percepatan Pembangunan Provinsi Bali Melalui PKM Tematik di Desa Sibanggede dan Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung

Badung, 11 Mei 2026 – Universitas Dwijendra secara resmi melaksanakan kegiatan Serah Terima Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tematik Tahun 2026 di Desa Sibanggede dan Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, pada Senin (11/5/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Desa Sibanggede tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan program pengabdian mahasiswa yang berfokus pada isu strategis pembangunan daerah, khususnya pengelolaan sampah dan ketahanan pangan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Perbekel Desa Sibanggede, Perbekel Desa Sibangkaja, Kepala BPD Desa Sibanggede, Kepala BPD Desa Sibangkaja, Ketua LPM Desa Sibanggede, Ketua LPM Desa Sibangkaja, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Rektor Universitas Dwijendra, Wakil Rektor Universitas Dwijendra, para dekan di lingkungan Universitas Dwijendra, TP-PKK Desa Sibanggede dan Desa Sibangkaja, Bhabinsa Desa Sibanggede dan Desa Sibangkaja, Bhabinkamtibmas Desa Sibanggede dan Desa Sibangkaja, Kepala SDN 1 Sibanggede, Kepala SMPN 3 Abiansemal, Ketua Karang Taruna, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta 173 mahasiswa Universitas Dwijendra peserta PKM Tematik Tahun 2026.

Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan kekeluargaan. Para mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian di kedua desa tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan pembukaan, doa bersama, serta sambutan dari berbagai pihak.
Sambutan utama disampaikan oleh Rektor Universitas Dwijendra, Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.M.A. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa PKM Tematik merupakan bagian dari dukungan nyata Universitas Dwijendra terhadap program percepatan pembangunan Pemerintah Provinsi Bali.
Beliau menjelaskan bahwa fokus utama PKM Tematik tahun ini diarahkan pada isu pengelolaan sampah dan penguatan kedaulatan pangan yang saat ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun masyarakat desa.
“PKM Tematik ini merupakan bagian dari program percepatan pembangunan Pemerintah Provinsi Bali, terutama dalam bidang pengelolaan sampah dan kedaulatan pangan. Kami berharap selama beberapa bulan ke depan, mahasiswa Universitas Dwijendra dapat hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya melalui program-program yang nyata dan berdampak langsung,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Gede Sedana juga menekankan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan sosial yang tidak hanya mengimplementasikan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
“Kami berharap mahasiswa dapat bersinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik serta mendukung pengembangan potensi pangan lokal desa,” tambahnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Sibanggede dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa PKM Tematik Universitas Dwijendra yang akan melaksanakan pengabdian di wilayah desanya.
Beliau mengapresiasi pelaksanaan program PKM yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, khususnya terkait persoalan pengelolaan sampah.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa Universitas Dwijendra. Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama dalam membantu penanganan masalah sampah. Saat ini masyarakat kami sebenarnya sudah mulai memilah sampah sebelum dibawa ke TPS 3R, sehingga kami berharap mahasiswa dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pendampingan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kebersihan lingkungan desa sekaligus mendukung program pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Hal senada juga disampaikan oleh Perbekel Desa Sibangkaja. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran civitas akademika Universitas Dwijendra di Desa Sibangkaja.
Beliau menegaskan bahwa persoalan sampah saat ini merupakan persoalan mendesak yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk mahasiswa dan masyarakat.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada civitas akademika Universitas Dwijendra. Masalah sampah saat ini sangat mendesak dan wajib kita kelola bersama. Saat ini seluruh rumah di desa kami sudah disiapkan teba modern sebagai bentuk komitmen pengelolaan sampah dari sumbernya,” jelasnya.
Beliau juga berharap mahasiswa dapat membantu pemerintah desa dalam meningkatkan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat terkait pemilahan sampah yang lebih intensif.
“Kami mohon bantuan mahasiswa untuk mendukung pemilahan sampah yang lebih intensif lagi di masyarakat. Kami juga selalu melibatkan bank sampah dalam kegiatan pengelolaan sampah desa,” tambahnya.
Selain persoalan lingkungan, Perbekel Desa Sibangkaja juga menyampaikan bahwa desanya saat ini tengah mengembangkan program ketahanan pangan berbasis potensi lokal, salah satunya pengembangan usaha telur puyuh yang mendapatkan minat cukup besar dari masyarakat.
“Terkait ketahanan pangan, salah satu program yang sedang kami kembangkan adalah budidaya telur puyuh karena minat masyarakat cukup besar terhadap usaha tersebut. Kami berharap mahasiswa juga dapat ikut mendukung pengembangan program-program ketahanan pangan di desa,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan mahasiswa untuk selalu menjaga ketertiban, kenyamanan, serta keamanan lingkungan selama melaksanakan kegiatan pengabdian di desa.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilaksanakan penandatanganan berita acara serah terima mahasiswa PKM Tematik antara pihak Universitas Dwijendra dengan Pemerintah Desa Sibanggede dan Pemerintah Desa Sibangkaja sebagai simbol resmi dimulainya pelaksanaan program pengabdian mahasiswa di kedua desa tersebut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan serah terima bibit tanaman yang berasal dari BPDAS Unda Anyar dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Adapun bibit yang diserahkan meliputi bibit alpukat, nangka, tomat, terong, dan cabai.
Penyerahan bibit tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program penghijauan dan ketahanan pangan masyarakat desa. Diharapkan bibit yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan.
Kegiatan serah terima mahasiswa PKM Tematik Universitas Dwijendra ini kemudian ditutup dengan ramah tamah antara pihak universitas, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dosen pembimbing lapangan, serta para mahasiswa dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Melalui pelaksanaan PKM Tematik Tahun 2026 ini, Universitas Dwijendra kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui pengabdian yang berorientasi pada solusi, pemberdayaan, serta pembangunan desa yang berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *