Denpasar, Selasa, 3 Maret 2026 — Universitas Dwijendra menerima kunjungan akademik dari Dr. Jun Ichihara, Doctor of Philosophy dan Senior Researcher pada Institute for Global Environmental Strategies (IGES), Jepang, dalam rangka kegiatan brainstorming terkait pengelolaan kehutanan (forestry management). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat Universitas Dwijendra ini menjadi forum diskusi ilmiah untuk membahas isu-isu strategis pengelolaan hutan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika pembangunan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Dwijendra, Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.M.A., yang juga merupakan Ketua HKTI Bali, didampingi Wakil Rektor II, jajaran Dekan, Ketua Program Studi, serta dosen dari Fakultas Pertanian. Turut hadir pula perwakilan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang memberikan perspektif praktis dari sisi pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat. Suasana diskusi berlangsung konstruktif dengan pertukaran gagasan antara peneliti internasional, akademisi, dan praktisi pertanian.
Dalam pemaparannya, Dr. Ichihara menyampaikan berbagai pendekatan pengelolaan hutan berbasis keberlanjutan yang mengintegrasikan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi. Ia menekankan pentingnya tata kelola kehutanan yang adaptif terhadap perubahan iklim serta didukung oleh kebijakan berbasis riset dan partisipasi masyarakat. Rektor Universitas Dwijendra menyampaikan bahwa kehutanan memiliki keterkaitan erat dengan ketahanan air, pertanian, serta keberlanjutan lingkungan di Bali. Keterlibatan HKTI dalam diskusi ini dinilai penting untuk menjembatani pendekatan akademik dengan praktik lapangan, khususnya dalam pengelolaan lahan dan konservasi berbasis komunitas. Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra dipandang memiliki potensi besar dalam mengembangkan kajian-kajian ilmiah serta program pengabdian masyarakat yang mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan.
Melalui kegiatan brainstorming ini, Universitas Dwijendra menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus memperkuat kontribusi nyata terhadap isu lingkungan global. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kolaborasi yang lebih konkret dalam bentuk penelitian bersama, seminar ilmiah, maupun program pemberdayaan masyarakat di bidang forestry management. Sinergi antara akademisi, peneliti internasional, dan organisasi profesi seperti HKTI diyakini mampu melahirkan inovasi kebijakan dan praktik pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Dengan semangat kolaboratif tersebut, Universitas Dwijendra terus berupaya mengambil peran aktif dalam menjawab tantangan lingkungan melalui tridharma perguruan tinggi yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.









